Pantai Mekaki, Surga Tersembunyi di Lombok Barat

2017-01-31
Placeholder image
Kadang hanya tampak bukit-bukit hijau di kejauhan. Namun dalam kesempatan lain saat menyisir pantai di sepanjang jalan, tampak gili-gili dari kejauhan.

Pasir laut yang putih dan halus tersebar sejauh mata memandang di sepanjang Pantai Mekaki, Sekotong, Lombok Barat. Waktu seolah berhenti di pantai ini. Hanya debur ombak yang terdengar, selebihnya sunyi.

Tentu tak ada perjalanan mudah untuk memperoleh pemandangan alam menakjubkan yang berlokasi di sebuah teluk di selatan Sekotong ini. Butuh waktu sekitar tiga jam atau berjarak 70 kilometer dari Kota Mataram .

Jika dibandingkan dengan Pantai Kuta atau Senggigi, Pantai Mekaki ini belum terlalu terdengar gaungnya di dunia wisata. Hanya segelintir orang yang baru mengenalnya. Namun Pemerintah Kabupaten Lombok Barat sedang berupaya memberikan ruang promosi bagi Pantai Mekaki agar lebih dikenal khalayak luas serta pencinta wisata di dalam dan luar negeri. Infrastruktur jalan menuju pantai ini pun terus dibenahi.

Saat menuju Pantai Mekaki, pelancong akan disuguhi pemandangan yang memikat. Jalan halus di daerah Sekotong tepat diapit perbukitan dan lautan. Kadang hanya tampak bukit-bukit hijau di kejauhan. Namun dalam kesempatan lain saat menyisir pantai di sepanjang jalan, tampak gili-gili dari kejauhan, yaitu Gili Gede, Gili Pandan, dan Gili Penyu. Bahkan, di beberapa titik, ada bukit dan laut yang bersebelahan.

Di atas ketinggian, destinasi wisata yang masih perawan terhampar di mana-mana. Sekitar tiga kilometer menjelang tujuan, pemandangan elok terlihat dari atas ketinggian. Jauh di bawah Teluk Mekaki, tampak pantainya menghias mengitari sepanjang teluk.

Pantai Mekaki tengah bersiap menjadi destinasi wisata baru di Lombok Barat. Banyak kegiatan yang sudah dilakukan di pantai ini. Ke depan, tengah direncanakan Mekaki Marathon dengan garis finis di tempat indah ini.

Pantai yang dihiasi pohon-pohon kelapa ini masih alami sekali, belum ada penataan seperti obyek wisata yang dikelola secara modern, bahkan berugak (pendopo suku Sasak) pun belum bermunculan di sana. Pada hari libur, banyak pemancing amatir mencoba keahliannya di sudut-sudut Pantai Mekaki. Selain itu, beberapa wisatawan mancanegara pun singgah dan berenang di pantai yang masih sunyi ini.

Mungkin tak lama lagi, Pantai Mekaki akan menjadi destinasi wisata yang tak kalah tenar dengan Pantai Kuta dan Senggigi. (**)