Forkopimda Sawah Lunto Belajar dari Lombok Barat

2017-01-31
Placeholder image
Suasana keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif merupakan faktor utama penunjang perkembangan pariwisata di Lombok Barat.

Kabupaten Sawah Lunto sebagai salah satu daerah yang ada di Sumatera Barat mengubah image dari daerah pertambangan ke pariwisata. Untuk mengubah image tersebut diperlukan suatu suasana agar wisatawan merasa aman dan nyaman. Melihat perkembangan pariwisata Kabupaten Lombok Barat yang menjadi sorotan dunia internasional, Forum Kordinasi Pimpinan Daerah Komunikasi (Forkopimda) Sawah Lunto ingin belajar.

Dengan dipimpin Kapolres Sawah Lunto AKBP Aryadi Nugroho, rombongan Forkopimda mengunjugi Lombok Barat pada Jumat, 9 Desember 2016. Mereka datang menyaksikan langsung suasana aman dan kondusif di Lombok Barat. “Sawah Lunto merupakan penghasil batu bara. Dampak dari penambangan ini kondisi lingkungan menjadi rusak. Mengantisipasi hal tersebut, pemerintah daerah telah mengembangkan Sawah Lunto menjadi kawasan daerah wisata tambang berbudaya,” ujar Aryadi.

Kemajuan pariwisata, lanjut Aryadi, tidak lepas dari faktor keamanan dan Lombok Barat dinilai telah mampu menciptakan suasana keamanan dan ketertiban masyarakat. “Kami datang untuk belajar bagaimana pola yang diaplikasikan,” tutur Kapolres.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid mengatakan Lombok Barat telah dua kali melakukan pemekaran, dan masyarakatnya memiliki keberagaman agama. “Namun konflik yang terkait dengan persoalan SARA tidak pernah ada. Gerakan sadar wisata dan keterlibatan tokoh agama merupakan faktor utama penunjang keamanan,” ujarnya.

Lebih jauh Fauzan menuturkan perkembangan dunia pariwisata telah mengurangi angka pengangguran. Dalam momen yang sama, Kapolres Lombok Barat AKBP I Wayan Jiartana mengatakan kamtibmas dan pariwisata harus berjalan lurus dan tidak bisa dipisahkan. “Suasana kamtibmas yang kondusif merupakan faktor utama penunjang perkembangan pariwisata di Lombok Barat,” tuturnya. Sementara Kodim 1606/Lobar Letkol Inf. Ardiansyah menjelaskan, jarang terjadi konflik di Lombok Barat karena adanya pembauran dengan wisata Bali sehingga kesadaran masyarakat meningkat. (*)