Lembar, Pelabuhan Tertua di Nusantara

2017-01-31
Placeholder image
Nama besarnya perlahan akan digantikan pelabuhan internasional yang lebih besar.

Pagi itu, kabut masih membayangi Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Namun aktivitas hilir-mudik kapal-kapal sudah tampak sibuk. Ini bukan pelabuhan baru. Pelabuhan ini sudah dikenal sejak zaman penjajahan Belanda sebagai tempat bongkar-muat perahu-perahu layar dan tempat berlindung kapal-kapal saat musim barat. Pada mulanya, Pelabuhan Lembar ini terletak di Ampenan, Kota Mataram.

Saat Pelabuhan Pantai Ampenan dipindahkan ke daerah Lembar berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perhubungan KM. 77/LL305/PHB-77 tanggal 13 Oktober 1977. Selain itu, berdasarkan KM. 13/LL305/PHB-79 tanggal 11 Januari 1979, ditetapkan pengalihan kegiatan dari Pelabuhan Ampenan ke Pelabuhan Lembar di Lombok Barat. Sejak saat itulah diadakan pengalihan kegiatan kepelabuhanan dari Ampenan ke Lembar hingga sekarang.

Seiring berkembangnya industri pariwisata di NTB, sejak 1993 terdapat kegiatan angkutan penyeberangan cepat dari Lembar-Benoa, Bali, (PP) menggunakan kapal cepat jenis Hydro Foil dengan rata-rata penumpang 100 orang setiap hari. Pada musim tertentu (November-Maret), Pelabuhan Lembar ramai dikunjungi kapal wisata asing dari mancanegara. Hal tersebut ditunjang dengan keluarnya kebijakan pemerintah melalui Surat Keputusan Menteri Kehakiman tanggal 30 November 1994 bahwa Pelabuhan Lembar telah ditetapkan sebagai daerah bebas visa kunjungan singkat.

Pelabuhan Lembar di Lombok Barat ini merupakan salah satu pintu masuk ke Lombok melalui jalur laut, selain Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur. Pelabuhan ini tepatnya terletak di Desa Labuan Tereng, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, sekitar 20 kilometer dari Kota Mataram. Pelabuhan Lembar pun melayani penyeberangan kapal penumpang (kapal feri) dan kapal barang dari wilayah barat dan utara Lombok, seperti Bali dan Makassar. Pelabuhan ini memiliki tiga dermaga, yaitu dua dermaga kapal penumpang dan satu dermaga kapal barang. Pelabuhan ini dilengkapi dengan loket tiket 24 jam, musala, dan ruang tunggu yang luas untuk kendaraan yang akan menyeberang.

Aktivitas penyeberangan berlangsung 24 jam, tentu bila cuaca bagus. Penyeberangan ke Lombok-Bali dilayani dengan frekuensi keberangkatan satu jam sekali dengan waktu tempuh normal selama 3-4 jam, kadang bisa lebih lama sampai 5 jam, tergantung cuaca dan aktivitas bongkar-muat di dermaga.