Lombar Gelar Peringatan Hari Menanam Pohon

2017-01-31
Placeholder image
Konsistensi sangat dibutuhkan untuk menyukseskan program penanaman pohon di Indonesia.

Bupati Lombok Barat (Lombar) H. Fauzan Khalid menghadiri peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia yang diadakan di Sekotong, hari ini, 5 Desember 2016. Bupati meminta segenap pihak jangan hanya bersemangat di awal ketika melaksanakan suatu gerakan.

"Suatu gerakan sering kita semangat laksanakan ketika baru di awal saja, tapi melemah di kemudian waktu.
Jadi kegiatan penanaman pohon yang dirangkai dengan acara Bulan Menanam Nasional, Gerakan Perempuan Tanam Pelihara Pohon, dan Korpri Menanam ini tidak berarti apa-apa kalau judul-judul kegiatan ini tidak konsisten dengan yang dilakukan,” kata Fauzan.

Menurut Fauzan, konsistensi sangat dibutuhkan untuk menyukseskan program ini tanpa menunggu perintah terlebih dulu. “Ketika judul-judul kegiatan ini sudah diumumkan, seharusnya semua pihak bergerak tanpa harus menunggu dilihat orang lain dulu. Kita sering memperoleh sesuatu, tapi tidak kita anggap nikmat yang harus dipelihara. Misalnya hutan, kita baru sadar bahwa hutan itu penting ketika hutan sudah habis dan terjadi banjir," tuturnya.

Untuk itu, ia mengajak semua pihak giat menanam pohon. Bahkan ia menginstruksikan semua kantor pemerintah dan sekolah ikut menanam pohon dan bunga.

Kegiatan penanaman pohon secara nasional dikenal sebagai bentuk proaktif pemerintah untuk go green melalui program One Million Trees. Lombok Barat sendiri cukup berbangga sebagai pemerintah daerah dengan prestasi yang cukup prestisius di bidang tersebut, juga bidang lingkungan hidup secara umum. Tercatat banyak terobosan dilakukan, seperti Pohon Pengantin yang digagas secara kolektif antara Dinas Kehutanan, Badan Lingkungan Hidup, dan Kementerian Agama. Program itu mendapat banyak apresiasi, sehingga saat ini diikuti secara konsisten oleh sejumlah desa.

Baru-baru ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat juga memperoleh anugerah Kabupaten Nomor 1 dalam Menanam Pohon yang diselenggarakan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup. Prestasi tersebut seakan melengkapi prestasi dua tahun yang lalu dalam bentuk prestasi One Million Trees.

Semangat memperbaiki kondisi alam dan hutan pun menginspirasi masyarakat untuk bergerak membantu pemerintah. Setidaknya, dalam kurun tiga tahun terakhir, ada dua putra Kabupaten Lombok Barat yang memperoleh anugerah Kalpataru, yaitu TGH Shafwan, Hakim Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Hakim, yang memperoleh Kalpataru pada 2013, dan TGH Hasanain Juaini, yang memperoleh Kalpataru pada 2016.
Kedua tokoh agama ini dianugerahi plakat prestisius berkat jerih payah dan upaya keras mereka ikut andil dalam menggerakkan masyarakat "Menanam Pohon".

Kepala Dinas Kehutanan Lombar Agus Gunawan memaparkan, luas hutan di Lombar 41.980 hektare atau mencapai 40 persen luas Lombar. Dari jumlah tersebut, 17.200 hektare masuk kategori lahan kritis, di mana 15 ribu hektare di antaranya berada di Sekotong.

Untuk kegiatan HMPI kali ini, Dishut Lombar menanam pohon Turus jalan sepanjang tiga kilometer dan hutan rakyat 10 hektare. Jumlah bibitnya mencapai 12 ribu, di mana 11 ribu sudah ditanam, dan sisanya 1.000 batang ditanam hari ini secara simbolis. (*)